Ketika Sekolah dan Orang Tua Berkomitmen, Menyiapkan Remaja Menghadapi Era Digital

Sragen — SMK Binawiyata Karangmalang Sragen menggelar Sosialisasi Program Sekolah dan Parenting pada Selasa (11/08) 2026 yang bertempat di GOR SMK Binawiyata Karangmalang Sragen. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi sekolah dan keluarga dalam mendampingi perjalanan pendidikan siswa, sekaligus menyiapkan mereka menghadapi tantangan era digital dan dunia kerja.

Semangat kebersamaan itu disampaikan dalam sambutan Kepala SMK Binawiyata Karangmalang Sragen, Ibu Pertiwisari, S.Pd., M.H. Sambutan tersebut menjadi pengantar penting sebelum sekolah dan orang tua mengikrarkan komitmen bersama. Pesan Kepala SMK Binawiyata Karangmalang Sragen sederhana, tetapi memiliki makna mendalam: “orang tua tidak hanya mengantarkan putra-putrinya sampai gerbang sekolah, tetapi bersama-sama mendampingi perjalanan mereka hingga sampai pada gerbang menuju masa depan.”

Pesan tersebut kemudian diwujudkan melalui Penandatanganan Komitmen Bersama Sekolah dan Orang Tua. Perwakilan sekolah, orang tua/wali murid, peserta didik, Kepala SMK Binawiyata Karangmalang Sragen, serta Ketua Yayasan Pendidikan Binawiyata Sragen hadir dalam prosesi tersebut. Sebelum tanda tangan dibubuhkan, masing-masing unsur membacakan komitmennya sebagai bentuk kesungguhan untuk saling mendukung dalam perjalanan pendidikan peserta didik.

Penandatanganan itu menjadi simbol bahwa pendidikan remaja bukan hanya tanggung jawab sekolah. Sekolah bergerak memberikan pendidikan dan pendampingan, orang tua hadir memberikan dukungan, sementara peserta didik menjadi bagian aktif dalam menjalankan komitmen tersebut. Komitmen tersebut kemudian diperdalam melalui Seminar Parenting bertema “Peran Orang Tua dalam Mendampingi Remaja SMK di Era Digital dan Dunia Kerja”. Sesi ini menghadirkan narasumber. Mada Kartikasari, M.Psi., Psikolog.

Dalam sesi parenting, orang tua diajak melihat kembali cara mendampingi anak di tengah derasnya perkembangan teknologi. Teknologi dapat membuka akses belajar, memperluas jaringan, dan menjadi sarana berkarya, tetapi juga menghadirkan tantangan seperti menurunnya daya tahan fokus, gangguan pola tidur, paparan bahaya digital, hingga risiko kerenggangan sosial. Karena itu, pendampingan orang tua dibutuhkan agar penggunaan teknologi tidak sekadar menjadi konsumsi, tetapi dapat diarahkan untuk membangun keterampilan dan karakter remaja.

Orang tua diajak merefleksikan seberapa banyak waktu yang benar-benar digunakan untuk berbicara dengan anak dan berinteraksi tanpa perantara layar. Dari sana, orang tua dapat membangun batasan yang sehat, menciptakan zona bebas digital di rumah, melatih kedisiplinan waktu tidur, serta menggunakan konsekuensi logis sebagai bagian dari proses mendidik.

Orang tua pun didorong untuk mengarahkan penggunaan gawai dari sekadar menikmati konten menjadi kesempatan untuk mengasah keterampilan dan menghasilkan karya.

Melalui kegiatan ini, komitmen sekolah dan orang tua memperoleh makna yang lebih luas: mendampingi remaja bukan sekadar mengawasi, tetapi menyiapkan mereka untuk tumbuh mandiri, tangguh, dan siap menghadapi masa depan. Penandatanganan menjadi simbol komitmen, sementara parenting menjadi bekal untuk menjalankan komitmen tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis : Vitra Indriani Setyaningsih, M. Pd.

Leave a Reply